Hosting: Fly

Halaman ini berisi panduan mengenai cara-cara meng-hosting bot di Flyopen in new window, baik menggunakan Deno maupun Node.js.

Menyiapkan Kode

Kamu bisa menjalankan bot menggunakan webhooks ataupun long polling.

Webhooks

Ingat! Jangan panggil bot.start() di kode kamu ketika menggunakan webhooks.

  1. Pastikan kamu meng-export object Bot di dalam sebuah file agar nantinya bisa di-import ketika ingin menjalankannya.
  2. Buat sebuah file dengan nama app.ts atau app.js, ataupun nama lainnya sesuai dengan keinginanmu (tetapi kamu harus mengingatnya karena nanti file tersebut akan digunakan sebagai file deploy utama). File tersebut berisikan:
import { serve } from "https://deno.land/std@0.174.0/http/server.ts";
import { webhookCallback } from "https://deno.land/x/grammy@v1.13.1/mod.ts";
// Kamu mungkin perlu mengubah ini agar object bot-mu bisa di-import.
import { bot } from "./bot.ts";

const port = 8000;
const handleUpdate = webhookCallback(bot, "std/http");

serve(async (req) => {
  const url = new URL(req.url);
  if (req.method === "POST" && url.pathname.slice(1) === bot.token) {
    try {
      return await handleUpdate(req);
    } catch (err) {
      console.error(err);
    }
  }
  return new Response();
}, { port });










 








import express from "express";
import { webhookCallback } from "grammy";
// Kamu mungkin perlu mengubah ini agar object bot-mu bisa di-import.
import { bot } from "./bot";

const port = 8000;
const app = express();

app.use(express.json());
app.use(`/${bot.token}`, webhookCallback(bot, "express"));
app.use((_req, res) => res.status(200).send());

app.listen(port, () => console.log(`listening on port ${port}`));









 



Kami menganjurkan kamu untuk menaruh handler di direktori rahasia alih-alih menempatkanya di root (/). Di contoh kali ini, kita menggunakan token bot (/<token bot>) sebagai direktori rahasianya (perhatikan baris kode yang disorot).

Long Polling

Buat sebuah file dengan nama app.ts atau app.js, ataupun nama lainnya sesuai dengan keinginanmu (tetapi kamu harus mengingatnya karena nanti file tersebut akan digunakan sebagai file deploy utama). File tersebut berisikan:

import { Bot } from "https://deno.land/x/grammy@v1.13.1/mod.ts";

// Di sini, kita mengambil token bot dari variable "BOT_TOKEN".
const bot = new Bot(Deno.env.get("BOT_TOKEN"));

bot.command(
  "start",
  (ctx) => ctx.reply("Aku berjalan di Fly menggunakan long polling!"),
);

Deno.addSignalListener("SIGINT", () => bot.stop());
Deno.addSignalListener("SIGTERM", () => bot.stop());

bot.start();
import { Bot } from "grammy";

// Di sini, kita mengambil token bot dari variable "BOT_TOKEN".
const bot = new Bot(process.env.BOT_TOKEN);

bot.command(
  "start",
  (ctx) => ctx.reply("Aku berjalan di Fly menggunakan long polling!"),
);

process.once("SIGINT", () => bot.stop());
process.once("SIGTERM", () => bot.stop());

bot.start();

Perhatikan baris kode yang disorot di atas, kita telah mengambil informasi sensitif (token bot kamu) dari environment variables. Kamu bisa menyimpan informasi tersebut dengan menjalankan perintah berikut:

flyctl secrets set BOT_TOKEN="AAAA:12345"

Dengan cara yang sama, kamu bisa menyimpan informasi sensitif lainnya. Kunjungi https://fly.io/docs/reference/secrets/open in new window untuk informasi lebih lanjut mengenai secrets di Fly.

Men-deploy Bot

Metode 1: Menggunakan flyctl

Metode ini adalah cara yang termudah.

  1. Instal flyctlopen in new window lalu loginopen in new window.
  2. Jalankan flyctl launch untuk membuat sebuah file Dockerfile dan fly.toml yang nantinya untuk digunakan saat deployment. Tetapi, JANGAN di-deploy terlebih dahulu.
flyctl launch
Creating app in /my/telegram/bot
Scanning source code
Detected a Deno app
? App Name (leave blank to use an auto-generated name): grammy
Automatically selected personal organization: CatDestroyer
? Select region: ams (Amsterdam, Netherlands)
Created app grammy in organization personal
Wrote config file fly.toml
? Would you like to set up a Postgresql database now? No
? Would you like to deploy now? No
Your app is ready. Deploy with `flyctl deploy`









 

flyctl launch
Creating app in /my/telegram/bot
Scanning source code
Detected a NodeJS app
Using the following build configuration:
        Builder: heroku/buildpacks:20
? App Name (leave blank to use an auto-generated name): grammy
Automatically selected personal organization: CatDestroyer
? Select region: ams (Amsterdam, Netherlands)
Created app grammy in organization personal
Wrote config file fly.toml
? Would you like to set up a Postgresql database now? No
? Would you like to deploy now? No
Your app is ready. Deploy with `flyctl deploy`











 

  1. Deno: Ubah versi Deno dan hapus CMD di dalam file Dockerfile. Pada contoh di bawah, kami mengubah DENO_VERSION menjadi 1.25.2.

    Node.js: Untuk mengubah versi Node.js, kamu perlu menambahkan property node ke dalam property engine yang berada di dalam file package.json. Pada contoh di bawah, kami mengubah versi Node.js menjadi 16.14.0.

# Dockerfile
ARG DENO_VERSION=1.25.2
ARG BIN_IMAGE=denoland/deno:bin-${DENO_VERSION}
FROM ${BIN_IMAGE} AS bin

FROM frolvlad/alpine-glibc:alpine-3.13

RUN apk --no-cache add ca-certificates

RUN addgroup --gid 1000 deno \
  && adduser --uid 1000 --disabled-password deno --ingroup deno \
  && mkdir /deno-dir/ \
  && chown deno:deno /deno-dir/

ENV DENO_DIR /deno-dir/
ENV DENO_INSTALL_ROOT /usr/local

ARG DENO_VERSION
ENV DENO_VERSION=${DENO_VERSION}
COPY --from=bin /deno /bin/deno

WORKDIR /deno-dir
COPY . .

ENTRYPOINT ["/bin/deno"]
# CMD tidak digunakan

 























 
// package.json
{
  "name": "grammy",
  "version": "1.0.0",
  "description": "grammy",
  "main": "app.js",
  "author": "itsmeMario",
  "license": "MIT",
  "dependencies": {
    "express": "^4.18.1",
    "grammy": "^1.11.0"
  },
  "devDependencies": {
    "@types/express": "^4.17.14",
    "@types/node": "^18.7.18",
    "typescript": "^4.8.3"
  },
  "engines": {
    "node": "16.14.0"
  }
}


















 


  1. Ubah app di dalam file fly.toml. Path ./app.ts (atau ./app.js untuk Node.js) pada contoh di bawah mengacu pada direktori file utamanya. Kamu mungkin perlu mengaturnya agar sesuai dengan direktori proyek kamu. Kalau kamu menggunakan webhooks, pastikan port-nya sama dengan konfigurasi yang kamu miliki, dalam hal ini port-nya adalah 8000.
# fly.toml
app = "grammy"
kill_signal = "SIGINT"
kill_timeout = 5

[processes]
  app = "run --allow-net ./app.ts"

[[services]]
  http_checks = []
  internal_port = 8000
  processes = ["app"]
  protocol = "tcp"
  script_checks = []
  [services.concurrency]
    hard_limit = 25
    soft_limit = 20
    type = "connections"

  [[services.ports]]
    force_https = true
    handlers = ["http"]
    port = 80

  [[services.ports]]
    handlers = ["tls", "http"]
    port = 443

  [[services.tcp_checks]]
    grace_period = "1s"
    interval = "15s"
    restart_limit = 0
    timeout = "2s"






 



 
 





















# fly.toml
app = "grammy"
kill_signal = "SIGINT"
kill_timeout = 5

[processes]
  app = "run --allow-net ./app.ts"

# Hapus semua bagian [[services]] karena kita tidak perlu menyimak HTTP






 


# fly.toml
app = "grammy"
kill_signal = "SIGINT"
kill_timeout = 5

[processes]
  app = "node ./build/app.js"

# Atur environment variable NODE_ENV agar tidak muncul peringatan atau warning
[build.args]
  NODE_ENV = "production"

[build]
  builder = "heroku/buildpacks:20"

[[services]]
  http_checks = []
  internal_port = 8000
  processes = ["app"]
  protocol = "tcp"
  script_checks = []
  [services.concurrency]
    hard_limit = 25
    soft_limit = 20
    type = "connections"

  [[services.ports]]
    force_https = true
    handlers = ["http"]
    port = 80

  [[services.ports]]
    handlers = ["tls", "http"]
    port = 443

  [[services.tcp_checks]]
    grace_period = "1s"
    interval = "15s"
    restart_limit = 0
    timeout = "2s"






 



 






 
 





















# fly.toml
app = "grammy"
kill_signal = "SIGINT"
kill_timeout = 5

[processes]
  app = "node ./build/app.js"

# Atur environment variable NODE_ENV agar tidak muncul peringatan atau warning
[build.args]
  NODE_ENV = "production"

[build]
  builder = "heroku/buildpacks:20"

# Hapus semua bagian [[services]] karena kita tidak perlu menyimak HTTP






 



 





  1. Jalankan flyctl deploy untuk men-deploy kode kamu.

Metode 2: Dengan GitHub Actions

Kelebihan dari metode ini adalah Fly akan selalu memantau perubahan di repositori tempat kamu menaruh kode bot. Ketika terjadi perubahan, kode tersebut akan di-deploy secara otomatis ke versi yang lebih baru. Untuk instruksi detailnya, silahkan kunjungi https://fly.io/docs/app-guides/continuous-deployment-with-github-actionsopen in new window.

  1. Instal flyctlopen in new window lalu loginopen in new window.
  2. Dapatkan token API Fly dengan cara menjalankan perintah flyctl auth token.
  3. Buat sebuah repositori di GitHub, bisa berupa privat ataupun publik.
  4. Pergi ke Settings, pilih Secrets dan buat sebuah secret bernama FLY_API_TOKEN yang berisi nilai atau value token dari langkah ke-2.
  5. Buat .github/workflows/main.yml, kemudian isi dengan kode berikut:
name: Fly Deploy
on: [push]
env:
  FLY_API_TOKEN: ${{ secrets.FLY_API_TOKEN }}
jobs:
  deploy:
      name: Deploy app
      runs-on: ubuntu-latest
      steps:
        - uses: actions/checkout@v2
        - uses: superfly/flyctl-actions/setup-flyctl@master
        - run: flyctl deploy --remote-only
  1. Ikuti langkah 2 hingga 4 dari Metode 1 di atas. Jangan lupa untuk melewati langkah terakhir (step 5) karena kita tidak ingin men-deploy kode secara langsung.
  2. Commit perubahan kamu, lalu push ke GitHub.
  3. Di sinilah keajaibannya mulai terjadi—push tadi akan memicu sebuah deploy dan mulai sekarang kapanpun kamu melakukan push, kode tersebut akan secara otomatis di deploy ulang.

Mengatur URL Webhook

Setelah mendapati bot-mu dapat berjalan, kamu harus melakukan konfigurasi pada pengaturan webhook untuk menggunakan URL bot-mu yang baru. Untuk melakukannya, kirim sebuah request ke

https://api.telegram.org/bot<token>/setWebhook?url=<url>

Ganti <token> dengan token bot-mu, dan <url> dengan URL lengkap bot kamu.

Optimisasi Dockerfile

Ketika Dockerfile kamu dijalankan, ia akan menyalin semua file ke Docker image. Untuk aplikasi Node.js, beberapa direktori seperti node_modules akan dibikin ulang sehingga direktori tersebut tidak perlu disalin. Untuk melakukannya, buat sebuah file .dockerignore lalu tambahkan node_modules ke dalamnya. Kamu juga bisa menggunakan .dockerignore untuk mencegah file-file yang tidak diperlukan ikut tersalin saat di runtime.

Referensi